Thursday, 26 December 2013

SI BIRU PENGGORES SENYUM

Apa yang kau lihat terkadang hanya fatamorgana. Apa yang kau dengar terkadang hanya tiupan angin yang menggelitik telinga. Kecil bukan berarti tak berguna. Tapi kebahagian yang sejati berawal dari hal yang kecil, kebahagiaan yang akan menghapus coretan hitam dikertas putih.



http://gubuk-fakta.blogspot.com/2013/12/si-biru-penggores-senyum.html
Sebuah lilin kecil dengan api sedang bergoyang di atas kue. Itu ciri khas di setiap perayaan ulang tahun. Sama halnya dengan Jurusan Pendidikan Teknik Informatika saat merayakan ulang tahunnya.
Ada yang berbeda saat PTI mengadakan perayaan ulang tahun. IT2D itu nama keren dari perayaan ini. Hadirku membuat kebahagian saat itu menjadi lengkap. Kecerianku akan selalu menjadi kenangan yang tak akan terlupakan.
TUDE, begitulah orang-orang memanggilku. Boneka robot yang berasal dari luar angkasa. Dengan harapan yang tinggi aku hadir memeriahkan kegiatan. Warna biru yang menyelimuti kulitku menyebabkan IT2D semakin bersinar. Mataku yang besar hampir menutupi wajah yang lucu. Dengan mata yang bulat membuat siapa saja terpikat saat orang memandangku.
Sembilan September, aku lahir disela-sela keluarga besarku. Hadirku  menyebabkan keluarga besarku semakin lengkap. Seperti mendapatkan permata ditengah jerami, datang dengan warna biru yang terang.
Panasnya terik matahari tidak menyurutkan langkahku untuk membagi keceriaan. Dengan lincah dan gembira menyapa setiap orang yang lewat di depanku. Dengan langkah pasti, aku menyusuri panasnya udara di UNDIKSHA. Gerakku yang teratur memainkan iramanya sendiri.  Raut wajahku yang bahagia selalu terlukiskan harapan yang besar. Kebahagiaan yang aku sebar, menjadi daya tarik untuk hadir di setiap kegiatan. Hadirku seakan mimpi indah, sehingga siapa pun tak ingin terbangun dari tidurnya.
Setiap kegiatan tertentu, aku akan hadir. Memang, aku berasal dari air. Seperti sifat air yang fleksibel, aku selalu ada dimana-mana. Itu harapan keluarga, membanggakan rumahku disetiap kesempatan.
Setiap pertemuan hadir perpisahan, aku selalu kehilangan keluarga yang telah berhasil menyelesaikan tugas di rumahku. Walaupun berpisah dengannya aku selalu menemani mereka di hatinya. Walapun kini hatiku saat sedang bersedih, melihat nasib keluargaku di tengah zaman pendidikan yang akan meninggalkan keluargaku. Tapi kesedihan ini hanya sementara, selama langit masih biru dihiasi awan yang putih, selalu ada harapan untuk semua ini. Aku hadir disini menjadi penguat untuk keluargaku.
Lihatlah antena yang ada di kepalaku, ini adalah kebanggaanku. Lambang rumahku yang akan selalu kubiarkan bersinar. Aku mungkin memiliki tubuh yang mungil, tapi impianku sangatlah besar. Akan aku torehkan kebahagiaan yang abadi di rumahku ini. Mungkin aku bukan dewa, tapi aku robot kecil yang akan memancarkan kebahagiaan dan kecerian untuk keluargaku.









0 comments:

Post a Comment